Background Profil
BerandaProfil Desa

Profil & Sejarah Desa Sukarama

Mengenal lebih dekat warisan sejarah Tanjung Singuru, arah visi-misi pembangunan, dan aparatur pelayan masyarakat.

Sejarah & Jejak Peradaban Desa Sukarama

Akar sejarah masa Kerajaan Pajajaran & Saluran Irigasi Kolonial 1897

Asal Usul & Kerajaan Tanjung Singuru

Desa Sukarama terletak di Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur — sebuah wilayah yang menyimpan jejak peradaban sejak era Kerajaan Sunda Pajajaran. Menurut naskah kuno Babad Cianjur, Kampung Cisuru di wilayah Sukarama merupakan lokasi tapak istana sakral peninggalan Kerajaan Tanjung Singuru.

Kerajaan ini pernah menjadi pusat kekuasaan yang berjaya di lembah Cianjur timur, berfungsi sebagai episentrum perdagangan dan benteng pertahanan yang strategis.

Tahukah Anda?

Wilayah Cisuru bahkan pernah menjadi titik pertemuan pasukan gabungan dari Kesultanan Cirebon, Demak, dan Banten pada era ekspansi Islam yang menembus jantung tanah Pasundan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya posisi strategis Desa Sukarama dalam konstelasi sejarah Nusantara.

Warisan Infrastruktur Kolonial

Memasuki akhir abad ke-19, desa ini menjadi saksi pembangunan mahakarya infrastruktur pengairan. Jembatan Irigasi Kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1897 di dataran Tjihea (Tjihea Vlakte) masih berdiri kokoh hingga hari ini.

Saluran irigasi monumental ini bukan sekadar monumen — melainkan sistem pengairan yang masih aktif menghidupi ribuan hektar persawahan subur di Bojongpicung, menjaga denyut nadi pertanian warga hingga saat ini.

Desa Sukarama Hari Ini

Berbekal warisan sejarah yang kaya, Desa Sukarama kini terus bertransformasi menjadi desa yang mandiri dan berdaya. Nilai-nilai luhur gotong royong, kearifan lokal, dan semangat pertanian yang diwariskan nenek moyang tetap menjadi pondasi utama pembangunan desa.

Galeri Dokumentasi Sejarah

Kawasan dataran Cihea tahun 1920-1930-an Dok Nationaal Museum van Wereldculturen Belanda

Kawasan dataran Cihea tahun 1920-1930-an Dok Nationaal Museum van Wereldculturen Belanda

Tentara Belanda di Bojong Picung tahun 1947 Sumber Gedenkboek 1-5 RI. Dok Indiegangers.nl

Tentara Belanda di Bojong Picung tahun 1947 Sumber Gedenkboek 1-5 RI. Dok Indiegangers.nl

Kawasan produksi padi di Cianjur tahun 1920-1940 Dok Nationaal Museum van Wereldculturen Belanda

Kawasan produksi padi di Cianjur tahun 1920-1940 Dok Nationaal Museum van Wereldculturen Belanda

Sungai Cisokan salah satu pengairan Tjihea Vlakte tahun 1917 Dok Nationaal Museum van Wereldculturen-TropenMuseum Belanda

Sungai Cisokan salah satu pengairan Tjihea Vlakte tahun 1917 Dok Nationaal Museum van Wereldculturen-TropenMuseum Belanda

Kawasan dataran Cihea tahun 1920-1930-an Dok Nationaal Museum van Wereldculturen Belanda

Kawasan dataran Cihea tahun 1920-1930-an Dok Nationaal Museum van Wereldculturen Belanda

Bangunan Tjihea-Hoeve, Bojong Picung diduga tahun 1920-1930an Dok Kodar Solihat, Balai Benih Padi dan Palawija, Bojong Picung-Cihea, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat

Bangunan Tjihea-Hoeve, Bojong Picung diduga tahun 1920-1930an Dok Kodar Solihat, Balai Benih Padi dan Palawija, Bojong Picung-Cihea, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat

Irigasi di Tjihea Vlakte tahun 1917 Dok Nationaal Museum van Wereldculturen-TropenMuseum Belanda

Irigasi di Tjihea Vlakte tahun 1917 Dok Nationaal Museum van Wereldculturen-TropenMuseum Belanda

Petani membawa beras di lintas Cianjur-Bandung, 28 Juli 1947 Dok Spaarnestadphoto Belanda

Petani membawa beras di lintas Cianjur-Bandung, 28 Juli 1947 Dok Spaarnestadphoto Belanda

Tentara Belanda di Bojong Picung tahun 1947 Sumber Gedenkboek 1-5 RI. Dok Indiegangers.nl

Tentara Belanda di Bojong Picung tahun 1947 Sumber Gedenkboek 1-5 RI. Dok Indiegangers.nl